Tags

, , , ,

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ungkapan ‘melibatkan Tuhan’ sudah tidak asing lagi bagi kita…
‘Melibatkan Tuhan dalam segala perkara’
‘Melibatkan Tuhan dalam setiap rencana’
‘Melibatkan Tuhan dalam pekerjaan’ dan masih banyak kalimat serupa itu.
Apakah artinya..?
Tentu kita berharap Tuhan ‘turut bekerja’ dalam setiap aspek kehidupan kita… Namun coba direnungkan sejenak, siapakah yg aktif (melibatkan) & siapakah yang pasif (dilibatkan)?

Seringkali yg terjadi terbalik…
Ada kesan bahwa Tuhan menjadi pihak yg pasif, menunggu giliran utk bertindak, itupun kalau kita mengizinkan Tuhan bertindak, padahal sesungguhnya Tuhan berdaulat atas hidup kita.

Tuhan berkuasa melakukan apa yg dikehendakiNya. Kalau bukan atas izin Tuhan, kita tidak dapat melakukan apapun. Kebebasan kita mengambil keputusan hanya ada karena Tuhan yg mengizinkan.

Ketika kita ingin ‘melibatkan Tuhan’ dalam setiap langkah hidup kita adalah terbaik jika disertai dgn sikap berserah dan patuh.

Memutuskan utk patuh & taat di bawah kendali Tuhan bergantung sepenuhnya kepada keputusan & rencanaNya… dan menantikan apa yg hendak dinyatakanNya kadang tidak semudah yg dibayangkan… Tapi mari belajar bahwa bukan lagi kita yg berhak menentukan apakah Tuhan boleh turut bekerja atau tidak, tapi dgn sungguh2 menyerahkan semuanya kepada Tuhan.