Ali Facid mempunyai sebidang tanah yang kecil.
Suatu hari seorang bijaksana datang dan berkata kepadanya,
“Ada batu berharga yang disebut berlian. Jika kamu bisa mendapat satu berlian, kamu akan menjadi orang kaya.”

Karena terobsesi cerita itu,
Ali Facid tidak bisa tidur, kemudian ia menjual ladangnya dan pergi ke tempat jauh untuk mencari batu itu.

Berbulan2 telah berlalu, uangnya makin menipis tp ia belum menemukan batu itu.

Karena putus asa dan malu,
ia pun terjun ke jurang, mati bunuh diri.

Sementara orang yang membeli ladang Ali Facid menemukan satu batu aneh ketika sedang mengolah tanahnya.

Orang bijaksana yang menceritakan tentang berlian kepada Ali Facid pun datang dan melihat batu itu.
Ia mengatakan bahwa batu itu adalah berlian.

Ali Facid menjual ladangnya dan berburu berlian yg ternyata tertimbun di ladangnya.

Pesan Moral,
Kita sering menjadi orang yg tidak puas, sering tidak menghargai apa yg ada pada kita dan memandang rumput tetangga lebih hijau.

Kita iri dgn kelebihan orang lain padahal sesunguhnya Tuhan sudah menaruh berlian di ‘ladang’ kita masing2.

Yang perlu kita lakukan adalah mengucap syukur dan berusaha mengolah ladang kita sebaik mungkin untuk menemukan ‘berlian’ kita.

Daripada menghabiskan waktu utk menangisi kelemahan, lebih baik kita menggali dan mengasah ‘berlian’ di dalam diri kita.

“Setiap orang punya ‘berlian’ dlm dirinya,  dan modal utama untuk menggalinya adalah dgn Hati yang Penuh Syukur !”.

-Tuhan Memberkati-