Tags

,

Lilin Menyala

Amsal 4:23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Ada seorang gadis yg baru pindah rumah. Disebelah rumah gadis tersebut ada rumah yg sederhana berisi seorang janda dengan 2 anak.
Suatu malam di daerah itu tiba2 mati lampu, lalu gadis itu dengan bantuan cahaya dari HPnya mau mencaril lilin di dapur utk dinyalakan.
Tak lama kemudian terdengar ada yg mengetuk pintu rumahnya, ternyata yg mengetuk pintu adalah anak sebelah rumah.

Anak itu dengan suara gemetar bertanya pada si gadis, “Kakak, apakah kamu punya lilin?”
Gadis itu berpikir, “Ternyata mereka ѕangat miskin sampai lilin saja mereka tak punya?”

Pikirannya terlintas “Jangan pinjamkan pada mereka, nanti jadi suatu kebiasaan”, kemudian si gadis menjawab, “Maaf, kakak tidak punya dik.”

Saat ia hendak menutup pintu, anak itu pun berkata “Sudah saya duga kakak pasti tidak punya lilin..” seraya mengeluarkan 2 batang lilin dari dalam sakunya dan berkata: “Mama dan saya khawatir pada kakak, karena kakak baru pindah dan tinggal sendirian, apalagi sampai tidak mempunyai lilin, maka saya membawakan 2 batang lilin untuk kakak.”

Seketika itu juga, si gadis pun merasa bersalah, dengan hati yg tersentuh dan linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat2.

Memang sulit bagi orang miskin utk memberi, karena mereka sendiri kekurangan, tetapi bukanlah hal yg mustahil utk melakukannya, selama ada ‘hati yg penuh kasih’.

Sesungguhya dalam realita kehidupan banyak orang kaya berhati miskin, namun banyak orang miskin yg ‘berhati kaya’ (murah hati & suka menolong).

Ubah mindset kita, jangan segera berprasangka buruk pada seseorang, berpikir positiflah selalu.